Posts

Sudahi

Lagi Lagi dan lagi Terus saja hati di bodohi Berapa kali? Berapa kali aku harus ini? Ingn saja mati hati Muak sudah Muak sudah aku bahagia Lama lama ingin hilang saja

Maaf

Bingung Sungguh aku bingung Bisakah ku tarik kembali Segala yang ku beri? Sungguh, Aku pun bingung Maaf Jadikan kau ikut bingung.

Aneh

Sekali Dua kali Tiga kali Seperti mimpi Bisa bisanya aku duduk di sebelah tempat ia mengantuk Iya dia tukang tidur di kelas, kapan saja Tapi dia unik dia bisa membuatku tersenyum kapan saja Aneh, padahal dia membuat lelucon untuk semuanya Tapi, hanya hati ku yang terpikat Aneh.

Andai

Hari itu, Kemarin, Esok, Aku tak tahu Tapi yang satu itu, senyumnya Sumpah Aku kepikiran Sampai sampai si bodoh ini memimpikannya aku sudah gila Tapi ketika mata kubuka rasanya senang ya, aku bodoh Bahkan aku menulis ini sembari terbayang senyumannya Padahal, dia senyum ke orang lain bahkan kerap kali dia lucu Andai, di andai aku ingin bercengkrama lebih lama hah, aku sudah gila.

Pusat Perhatian

Menangislah, Biarkan pipi mu Terbasahi olehnya Keluarkan lah semua Derita, gusar, antipati. Biarlah mereka lihat Genangan dari mata indahmu Mata yang berubah warna Bukan merah, kau merona Karena kau malu itu tercurah. Dengar lah apa yang mau kau dengar! Seketika semua lagu cinta Adalah kau. Matikan suara dunia Dengar lah suara hati Ingat, aku disini.

Canggung

Mereka tanya saya Bagaimana rasanya bertatap Dengan orang yang di tunggu? Ah, Dekat sudah. Tubuh kita tak berjarak. Tapi hati? Kamu selalu terbengkalai menatap layar telepon genggam mu Tunggu siapa? Bukan kah saya di samping mu?

Berlabuh

Andai saja, Tak kamu dorong perahu itu ke ujung pantai Pasti hati saya Tidak akan berlabuh